jump to navigation

Haruskah Sosialisasi Peraturan Pemerintah Beresiko Membunuh Orang??? 18 Januari 2012

Posted by ya2kzzz in serba serbi.
Tags: , , , , , , ,
trackback

26501_large.jpg
Melihat berita di viva news menyebutkan kemarin tanggal 17 januari 2011 pihak KAI ( PT. Kereta Api Indonesia) mulai memasang bandul diatas rel kereta. Fungsinya untuk menghalau penumpang nakal yang naik diatas kereta. Pihak humas KAI menjelaskan pemasangan bandul tersebut untuk mendukung pasal 207 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkereta Apian. Yang isinya adalah menyebutkan, setiap orang atau penumpang dilarang berada di kabin masinis, sambungan, atap dan tempat-tempat yang bukan peruntukannya. Ancamannya 3 bulan kurungan dan denda Rp15 Juta. Gile..15 juta…😯

Bila melihat perundang-undangan yang berlaku memang pemasangan bandul tersebut sangat mendukung sekali. Bandul dengan jumlah 20 buah dengan berat 30kg dengan jarak per bandul 10cm dan jarak dengan atap kereta api 25cm tentunya sangat menyulitkan penumpang nakal yang nekat naik diatas kereta. Pasti penumpang yang punya nyawa 9 yang masih nekat naik atap kereta:mrgreen: biar nyaho’k tuh penumpang nakal. Sebelumnya sudah dipasang paku, kawat berduri, semprot cat tapi sepertinya nggak kapok juga. Padahal pemasangan “jebakan” tersebut mempunyai niat baik yaitu menunjukkan bahayanya naik atap kereta. Nah ini kalau dilihat dari sisi perundang-undangan, bagaimana kalau dilihat dari sisi kemanusiaan??
26500_large.jpg
Tentunya “jebakan2” ini sangat berbahaya, ancaman jatuh dari kereta dan sampai terlindas kereta pun sangat besar. Undang-undang yang mengatur hukuman untuk menghilangkan nyawa orang dengan sengaja ada juga kan??apa yang mensosialisasikan tidak takut dituntut karena menghilangkan nyawa seseorang, karena dengan sengaja memasang bandul??tidak berhargakah nyawa orang2 tersebut??walaupun toh mengatas namakan ketertiban, tapi penertiban peraturan nggak harus memakan korban nyawa juga kan??
nea5yvgt7u.jpg
Sebandel-bandelnya manusia, pasti masih bisa diarahkan. Kenapa??tentu saja manusia masih mempunyai akal sehat yang bisa bekerja untuk berperilaku. Seharusnya jalan lain masih banyak yang bisa ditempuh dari pada penertiban yang beresiko menghilangkan nyawa orang. Ada asap pasti juga ada api, tentunya penumpang diatas rel mempunyai alasan mengapa dia berada disana. Dan seharusnya ini yang dikaji..bila diraba kemungkinannya sangat banyak. Bisa jadi kurangnya gerbong yang menampung para penumpang. Sehingga para pekerja yang tidak mau telat dengan terpaksa naik atas gerbong. Atau mungkin mahalnya tiket kereta, kebutuhan ekonomi tiap orang pasti juga berbeda. Mungkin disisi lain tiket dibilang mahal, dan disisi lain juga dibilang murah. Dan seharusnya masih banyak lagi alasan kenapa masih ada saja penumpang diatas kereta. Tapi saya yakin mereka yang naik diatas kereta melakukannya dengan terpaksa, kalau bisa naik dengan nyaman didalam kenapa harus diatas dengan resiko menghilangkan nyawa sendiri.

Ok itulah sekelumit dari saya, semoga berguna..🙂
Keep safety dijalan bro..!!!

Posted by Wordmobi

Komentar»

1. Aa Ikhwan - 18 Januari 2012

betul masbro,.. bisa bahaya jatuh luka parah atau mati

andhi_125 - 18 Januari 2012

busyet, lagi-lagi disalip vixi bore-up dalam sepersekian detik😆

Aa Ikhwan - 18 Januari 2012

bisa aja ente😀

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Masak pemerintah mau melukai bahkan membunuh rakyatnya sendiri..aneh kan bro..

2. andhi_125 - 18 Januari 2012

sangat berbahaya sebenarnya, mirip kasus speedtrap di dekat rumah saia dan mbah wiro:mrgreen:
tujuannya untuk keselamatan, tapi dalam praktek justru membahayakan keselamatan…bingung tho??? saia juga:mrgreen:
mending cari alternatif lain deh, yang efekti, murah dan gak ayahab…

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Harusnya memang ditelusuri sebabnya apa..terus cari solusinya..

3. vixy182 - 18 Januari 2012

mungkin pemerintah dah kehabisan akal kali…😀

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Wkwkwkwk…dihabisin siapa bro??😀

vixy182 - 19 Januari 2012

di habisin pra coruptorrrr😀

4. cafebiker - 18 Januari 2012

masuk

ya2kzzz - 18 Januari 2012

masuk endi..

5. bapakeValen - 18 Januari 2012

dilema….
banyak yg ndablegh sih…

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Galau ta mas bro??:mrgreen:

6. Ari Semarangan - 18 Januari 2012

kalo banyak korban tewas gara2 bantul beton itu ?? siapa yang disalahkan ??

ya2kzzz - 18 Januari 2012

KAI?? pemerintah?? Atau penumpang??

Ari Semarangan - 18 Januari 2012

pemilik warung ini wae,, wakakkabuuuurrrrrrrrrrr

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Wooooi malah kabur..padahal wes digawekno kopi..:mrgreen:

bapakeValen - 18 Januari 2012

kopine meh digebyurke yo??

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Wkwkwkwk…gara2 cx-rider kabur..:mrgreen:

Ari Semarangan - 18 Januari 2012

weww,, ono kopi ,, , gak sido mlayu wes ,
ono jadah’e gak ??hehhe

7. Hourex150L - 18 Januari 2012

sepertinya PJ KAI sudah Kehabisan Akal Cak..

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Ada sebab ada akibat toh mas..Sayang nggak dijelasin sebabnya apa mas..kok mau penumpang naik atas..

8. bapakeValen - 18 Januari 2012

agak susah memang, mas..
mungkin sudah kepepet juga. segala macam cara sudah ditempuh, tapi tidak berhasil mengatasi penumpang2 ndablek itu… tau sendiri kan orang indonesia kayak apa.
yaa walaupun ekstrim, tapi siapa tahu cara ini berhasil..
semoga saja pada sadar tanpa harus ada korban…

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Saya tetap nggak setuju kalau makan korban..kasian kan keluarga yang ditinggalkan..penjahat saja kalau nggak kebangetan kalau bisa tidak dihukum mati..

9. setia1heri - 18 Januari 2012

ngeri…
spertinya ditambah aja keretanya biar gak tumpah ruah gitu

http://setia1heri.wordpress.com/2012/01/18/maap-kami-bukan-biker-sok-suci/

ya2kzzz - 18 Januari 2012

memang masih banyak solusi yang lebih manusiawi bro..

10. Dr.Feelgood - 18 Januari 2012

wah mas, klo buat wong cilik mah segala sesuatu hal yg positif, udah pasti kurang dah bahkan gk ditanggepin sama sekali apapun itu yg menjadi haknya. beda lagi dengan mf anggota dewan dan para wakil rakyat yg lain (oknum tentunya), tahu sendiri lah gimana hehe, bikin wc, tmpat parkir, dan gedung baru sampai berpuluh2 milyar. cba misalkan dialokasikan untuk hal diatas, Insya Alloh, bisa mengurangi sedikit peliknya transportasi di negeri ini.

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Iya bro, gimana transportasi massa bisa berjalan, duitnya buat bangun toilet 2milyar, pengharum ruangan 1,3 M..😯 nasib wong cilik ya gini2 saja..buat ketempat kerja saja harus bertaruh nyawa..

11. awasbargnsai - 18 Januari 2012

tetep kalo nekat naek atap, yang salah penumpang
dari awal sudah jelas2 dilarang oleh pt kai dan pemerintah

semoga kali ini bener2 jera…
dan berharap gerbong2nya terus ditambah demi menampung membludaknya penumpang

yo opo ora le…..?

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Ok cak..

12. agungsevi - 18 Januari 2012

mending naik esemka ya?? dari pada naik kereta api..
wakakakakaka
intinya peraturan itu bagus dimata pemerintah, karena aparat pemerintah tidak pernah naik kereta layaknya masarakat miskin..

ya2kzzz - 18 Januari 2012

Wkwkwkwk…😀 Bagus juga untuk rakyat kecil, tapi harus di sesuaikan dengan keaadaan dilapangan..

13. hariyantodezuke - 19 Januari 2012

namanya orang indo, entah ndableg turunan atau karena apa !
tuh jugak udah dari berbagai ujicoba sebelumnya. ternyata yg soft gak berhasil. dari semprot tinta, semprot aer, pemukul karet dsb…dah gak mempan. mau gimana lagi? memang gak setuju jugak sih…tapi ya balik lagi. lok orang kita negh gak dipaksa gak mau jalan lurus. gakda kesadaran. lha wong yang numpang tuh bukan karena ekonomi kok, tapi karena keretanya kurang banyak gerbongnya. atau kurang banyak yg melayani jalur mereka. yg diatas tu lho …jugak pada punyak tiket. cuman takut telat kerja jadi pada berebut naek.

yaa walaupun ekstrim, tapi siapa tahu cara ini berhasil..semoga saja pada sadar tanpa harus ada korban…

ya2kzzz - 19 Januari 2012

Wow..bro hari unyil sudah tampil…😀 ,mangtaaff…Kalau gerbongnya kurang ya tambah gerbong dong..kan nggak perlu pakai bandul beton..memupuk kesadaran kan nggak perlu beresiko menghilangkan nyawa..

14. kemen - 29 Januari 2012

tiba2 kepikiran nih bro, moga didengar para atpm besar…….

saya sih penginnya ada motor laki murah dari SUZUKI, KAWASAKI, YAMAHA, BAJAJ untuk para tukang ojek disana,
ga perlu fitur yang neko2 macam SKS, RDB, radiator, DOHC, digital spido, led lamp, dan fitur2 mubazir lainnya

yang penting tahan banting, mumpuni diajak nanjak extreme, kualitas bagus, 3S spare part murah dan gampang, tangki awet, power mesin cukup gede utk dipake ditanjakan pegunungan yg sering dipake tukang ojek ato rakyat2 kecil lainnya

kira2 begini speknya:
kalo bisa harga 15jt-an sampai under 18jt aja
150cc 4tak SOHC, 20 PS, manual clutch,torsi bawah gede, karbu (kalo bs injeksi)
rangka besi tubular standar no coak
sok belakang stereo
lengan ayun aluminium
lampu standar bulat klasik
spido analog standar aja
model tangki dibuat agak rata, agar bisa dipake naikin barang bawaan yg kecil
tutup tangki model ninja, biar air ga gampang masuk!
rem depan cakram, belakang tromol
pelk jari-jari aja
desain moncong knalpot mancung keatas, antisipasi banjir gede bo..

mungkin spek ini lebih bisa diterima kalangan rakyat kecil, terutama para ojeker di daerah pegunungan tinggi yang banyak tanjakan

sebenernya dah ada thunder 125, sayang cc-nya cuma 125cc.
dan pulsar 135 hanya 135cc

ato bisa juga ngambil dari basis mesin vixion/byson/satria FU yg udah 150cc

moga2 aja ada yang mau dengar!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: